Penggunaan Mesin 3D Printing Untuk Pembelajaran Di Teknik Pemesinan

Teknik Mesin adalah adalah cabang ilmu teknik/ rekayasa yang mempelajari energi dan sumber energinya serta aplikasi dari prinsip fisika untuk analisa, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Teknik Mesin merupakan salah satu bidang ilmu keteknikan yang dapat memberikan peluang besar untuk mewujudkan industri mesin baik dalam hal maintance dan repair, perancangan/design, pembuatan/ produksi serta sistem lingkungan di masa depan. Profesi ini sangat ditunjang oleh intelektual yang tinggi, kreatif dan daya.

Siswa Teknik Pemesinan selain harus dapat menguasai dasar dari ilmu pasti (matematika, fisika, kimia), mereka juga harus memahami berbagai konsep termasuk mekanika, kinematika, termodinamika dan energi. Bidang kajian dalam Teknik Pemesinan banyak berurusan dengan penggerak-penggerak awal, seperti turbin uap, motor bakar, mesin-mesin perkakas, pompa dan kompresor, pendingin dan pemanas, dan alat-alat kimia tertentu. Selain itu, dalam Teknik Mesin juga dipelajari sifat fisis dan fenomena yang terjadi pada suatu bahan. Hal ini termasuk sifat bahan dalam menyangga tarikan, tekanan, atau puntiran.

Pada pembelajaran di Teknik Pemesinan menggunakan teori belajar Project Base Learning (PJBL) Menurut Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

Di SMK Negeri 5 Semarang khususnya di Teknik Pemesinan pembelajaran diharapkan menggunakan teori belajar Project Based Learning (PJBL). Seperti penggunaan Mesin 3D Printing ini siswa diharapkan mampu mengaplikasikan pelajaran dari mulai Matematika, Bahasa Inggris, Gambar Teknik, Gambar Manuffaktur dan teknik CNC.

Gambaran pembelajaran Project ini adalah mulai perancangan siswa diharapkan sudah bisa mengaplikasikan perhitngan matematis dan menggambar menggunakan softwear Autodesk Inventor kemudian penggunaan G Code CNC di mesin 3D Printing dan penggunaan bahasa inggris digunakan dalam pengoperasian mesin 3D Printing setelah desain dan perhitungan klinisnya jadi, langkah selanjutnya adalah pengoperasian mesin 3D Printing dengan Filament atau bahan tambah plastik yang digunakan. Setelah setting mesin 3D Printing kemudian eksekusi program dan gambar yang telah disiapkan, benda akan jadi sesuai keinginan pembuat dengan mengikuti langkah – langkah yang sesuai.

Dengan pembelajaran model ini diharapkan siswa Teknik Pemesinan SMKN 5 Semarang siap menjawab tantangan jaman yang semakin modern dan Digitalisasi peralatan dengan bergulirnya Revolusi Industri 4.0 yang di canangkan oleh Pemerintah Indonesia.

Penulis : Joko Rosidi, S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published.